MENITNEWS.COM, MAROS — Lonjakan harga material konstruksi mulai menggoyang perencanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bergerak cepat, melakukan pembaruan harga satuan komoditas sebelum proses tender resmi dimulai.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengungkapkan bahwa pemicu utama melonjaknya harga material di pasaran adalah kenaikan biaya transportasi yang terjadi belakangan ini.
Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah untuk menghitung ulang anggaran agar tidak terjadi kendala di kemudian hari.
”Dinas PU saat ini sedang melakukan pembaruan harga pasar sebelum proses tender. Kami melihat terjadi eskalasi harga yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian,” ujar Chaidir, Sabtu (16/5/2026).
Mantan Ketua DPRD Maros tersebut memastikan bahwa, fluktuasi harga ini belum mengganggu proyek yang sedang berjalan di lapangan.
Kendati demikian, ia tidak menampik adanya potensi perubahan dalam perencanaan teknis ke depan.
”Kondisi ini berpotensi memengaruhi perencanaan, termasuk kemungkinan adanya penyesuaian volume pekerjaan,” tutur Chaidir.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUTRPP) Maros, Muhammad Alfian Amri, menyatakan bahwa timnya kini tengah intensif melakukan survei harga di lapangan.
Langkah ini diambil sebagai dasar validasi untuk menetapkan harga satuan yang baru sebelum dilelang.
”Teman-teman sementara survei harga pasar untuk penyesuaian harga satuan sebelum tender atau lelang. Ini tentu akan berpengaruh pada volume pekerjaan karena kondisi harga yang terus berubah,” jelas Alfian.
Menurut mantan Kepala Dinas Pertanian Maros tersebut, langkah penyesuaian ini sangat krusial agar proyek pembangunan daerah tidak mangkrak dan tetap berjalan di tengah ketidakpastian harga material.
Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, menambahkan bahwa kenaikan harga ini terjadi secara menyeluruh pada sektor konstruksi.
”Bukan hanya harga aspal yang mengalami kenaikan, tapi hampir semua material konstruksi ikut terdampak,” pungkas Alif. (*)
Comment