MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan, kembali turun ke masyarakat dalam agenda Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar pada Rabu (20/5/2026).
Dalam reses kali ini, legislator dari Fraksi Nasdem tersebut menyasar dua kecamatan di daerah pemilihannya (dapil), yaitu Kecamatan Tamalanrea dan Kecamatan Biringkanaya.
Di Kecamatan Tamalanrea, tatap muka berlangsung di Jalan Bangkala, BTP Blok D, RT 02 RW 03, Kelurahan Buntusu. Sementara di Kecamatan Biringkanaya, Odhika menemui warga di dua titik, yakni Jalan Daya Raya, RT 04 RW 07, Kelurahan Daya, serta Kompleks KNPI, Jalan Berua IV, RT 03 RW 05, Kelurahan Berua.
Selama pertemuan berlangsung, masyarakat memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan berbagai keluhan krusial. Mulai dari persoalan pengelolaan sampah, pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS), nasib pelaku UMKM pasca-pembongkaran lapak, hingga perbaikan infrastruktur jalan.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Andi Odhika menegaskan berkomitmen penuh untuk menampung seluruh masukan warga dan segera mengoordinasikannya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Mengenai persoalan sampah, Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat ini mengungkapkan bahwa warga sangat mengeluhkan kinerja pengangkutan yang kurang maksimal akibat kondisi kendaraan yang sudah tidak prima.
”Rata-rata masalah persampahan. Banyak armada pengangkutan sampah yang sudah lama (tua), itu yang mereka minta diperbarui agar pengangkutan bisa lebih maksimal,” ujar Anggota DPRD Makassar, Odhika.

Selain sampah, masalah jaminan kesehatan melalui KIS juga menjadi sorotan. Banyak warga yang berharap mendapatkan layanan kesehatan gratis dengan mengalihkan kepesertaan Mandiri mereka ke KIS. Namun, proses ini kerap terkendala data kemiskinan atau status desil.
”Banyak bermasalah di desil. Oleh karena itu, kita meminta dinas terkait untuk melakukan pendataan ulang agar bantuan jaminan kesehatan ini tepat sasaran,” tambahnya.
Odhika juga memberikan perhatian khusus pada nasib para pelaku UMKM yang terdampak penertiban atau pembongkaran lapak.
Ia berjanji akan mengawal isu ini agar pemerintah kota memberikan solusi konkret dan tempat relokasi yang layak agar roda ekonomi warga tidak mati.
”Ini menjadi catatan penting. Kita akan sampaikan dan koordinasikan dengan Pemkot Makassar bagaimana solusinya, jangan sampai mereka dibiarkan begitu saja tanpa ruang untuk kembali berjualan,” tegasnya.
Sementara untuk keluhan infrastruktur seperti perbaikan jalan lingkungan, Odhika memastikan seluruh usulan telah dicatat untuk diakomodir agar mendapatkan atensi cepat dari dinas teknis.
”Semua aspirasi ini akan kami kawal dan tindaklanjuti ke pemerintah kota,” kunci Anggota DPRD Makassar, Odhika. (*)
Comment