Warga Utara Makassar Krisis Air Bersih, Anggota DPRD William Laurin Desak PDAM Beri Solusi Nyata

Anggota DPRD Makassar Fraksi PDI Perjuangan, William Laurin. (Foto: Muhlis)

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Distribusi air bersih yang minim dan buruknya kondisi infrastruktur drainase masih menjadi persoalan pelik yang menghantui masyarakat di wilayah utara Kota Makassar. Keluhan ini menjadi sorotan tajam Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan, William Laurin.

Aspirasi tersebut mendominasi laporan warga saat William melaksanakan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Makassar. Ia menilai, pelayanan dasar masyarakat di kawasan utara membutuhkan perhatian dan intervensi serius dari Pemerintah Kota.

Sedimentasi Parah Picu Banjir Dadakan

William menjelaskan, sistem drainase di wilayah utara Makassar mayoritas tidak lagi berfungsi optimal akibat penumpukan sedimen (endapan lumpur dan sampah) yang sudah sangat parah. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi dalam durasi singkat yang kerap melanda Makassar belakangan ini.

“Rata-rata keluhan masyarakat di wilayah utara itu menyangkut drainase karena memang ada beberapa drainase yang perlu pengerukan sedimen secara masif,” ujar William saat diwawancarai di Kantor Sementara DPRD Makassar, Jalan Hertasning, Senin (25/5/2026).

Akibat macetnya fungsi saluran air ini, genangan dan luapan air menjadi pemandangan yang tak terhindarkan setiap kali hujan turun. “Kadang hujan deras satu hari saja langsung terjadi luapan air karena fungsi drainase tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Miris, Warga Terpaksa Begadang Demi Air Bersih

Selain infrastruktur jalan dan parit, krisis air bersih menjadi rapor merah tahunan yang tak kunjung usai di utara Makassar. William mengaku prihatin karena cakupan layanan air bersih dinilai masih sangat minim untuk wilayah sekor up-town tersebut.

Bahkan di sejumlah titik, warga terpaksa harus terjaga hingga dini hari hanya untuk menampung air bersih yang mengalir dengan debit sangat kecil.

“Ada beberapa daerah di utara itu airnya jalan mungkin jam 2 subuh. Itu pun harus ditunggu cukup lama hanya untuk mengisi beberapa ember. Ini cukup sangat miris dan menjadi perhatian serius,” ungkap William.

Kritik “Alasan Klasik” PDAM Makassar

Melihat kondisi yang berulang, William mendesak jajaran direksi PDAM Makassar untuk segera merealisasikan komitmen mereka dalam memperluas cakupan layanan. Ia mematok target agar persentase cakupan air bersih di Kota Makassar minimal bisa mencapai angka 80 persen pada tahun ini.

Secara terbuka, legislator PDI Perjuangan ini juga mengkritik dalih yang kerap dilemparkan manajemen PDAM setiap kali distribusi air ke pelanggan tersendat. Menurutnya, alasan yang diberikan selalu berulang dan terkesan klise.

“Kalau musim kemarau dibilang debit air kurang, kalau musim hujan dibilang ada masalah pompa atau pipa. Ini jawaban yang selalu klasik. Kita sekarang tidak butuh alasan. Yang penting terealisasi sehingga masyarakat mendapatkan haknya yaitu air bersih,” tegasnya.

Menutup keterangannya, William mengingatkan jajaran direksi PDAM Makassar untuk mengedepankan langkah mitigasi dan perencanaan jangka panjang yang matang, terutama dalam menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino dan potensi kemarau panjang ke depan.

“Direksi harus berpikir jauh ke depan untuk mitigasi terhadap kemungkinan kemarau panjang dan persoalan lainnya. Jangan sampai masalah yang sama terus berulang setiap tahun,” pungkas William. (*)

Comment