Gandeng OJK Sulselbar, Kejati Sulsel Perketat Pengawasan dan Berantas Investasi Ilegal

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), memperkuat komitmennya bersama OJK Sulselbar, dalam memberantas aktivitas keuangan dan investasi ilegal yang meresahkan masyarakat.

Langkah strategis ini ditegaskan dalam pertemuan resmi antara Kepala Kejati Sulsel, Dr. Sila H. Pulungan, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch. Muchlasin, di Kantor Kejati Sulsel, Kota Makassar, baru-baru ini.

​Dalam pertemuan tersebut, Kajati Sulsel didampingi oleh Wakil Kepala Kejati Sulsel Prihatin, Asisten Tindak Pidana Umum Teguh Suhendro, dan Asisten Tindak Pidana Khusus Rachmat Supriady.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan koordinasi antarlembaga dalam pengawasan dan penegakan hukum di sektor keuangan.

​Kajati Sulsel, Sila Pulungan, menyambut baik dukungan penuh dari OJK Sulselbar. Menurutnya, kolaborasi ini sangat krusial untuk memberikan perlindungan hukum yang maksimal bagi masyarakat dari ancaman kejahatan finansial.

​”Sinergi yang kuat antara Kejaksaan sebagai penegak hukum dan OJK Sulselbar sebagai pengawas sektor keuangan diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan kondusif di Sulawesi Selatan,” ujar Sila Pulungan, Senin (25/5/2026).

​Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menegaskan kesiapan jajarannya untuk menyuplai data dan informasi yang dibutuhkan guna kelancaran proses penegakan hukum pidana di sektor jasa keuangan.

​Selain fokus pada penindakan, OJK Sulselbar juga menekankan pentingnya langkah preventif melalui penguatan literasi produk dan layanan jasa keuangan bagi masyarakat luas.

Melalui edukasi yang masif, diharapkan masyarakat tidak lagi mudah terjebak oleh iming-iming investasi ilegal.

​Dengan adanya komitmen bersama ini, kedua lembaga yakni OJK Sulselbar dan Kejati Sulsel, sepakat secara aktif menindak tegas setiap aktivitas keuangan ilegal di wilayah Sulsel demi menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan finansial warga. (*)

Comment