RDP Kawasan Industri Laikang Takalar, Bupati dan DPRD Pastikan Investasi Berjalan Transparan dan Pro Masyarakat

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, TAKALAR — Pemerintah Kabupaten Takalar bersama DPRD setempat, mempertemukan pihak investor dan masyarakat Desa Laikang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas berbagai aspirasi terkait rencana pembangunan kawasan industri di wilayah tersebut.

RDP yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Takalar, Senin (8/6/2026), dipimpin langsung Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal dan dihadiri Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Wakapolres Takalar, jajaran anggota DPRD, pihak PT Tiran, pemerintah desa, serta perwakilan masyarakat Desa Laikang.

Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya membangun komunikasi yang terbuka antara masyarakat dan investor di tengah berkembangnya berbagai isu terkait rencana pembangunan Kawasan Industri Laikang.

Sejumlah anggota DPRD dari berbagai daerah pemilihan turut hadir dalam forum tersebut. Dari Dapil II hadir Achmad Sabang, Achmad Nyengka, Habibie, dan Muhammad Bakri. Sementara dari Dapil I dan Dapil III hadir Nur Alim Rukman, Hj. Tinri, serta H. Limpo.

Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen memastikan seluruh aspirasi masyarakat dapat didengar secara langsung dalam setiap tahapan pembangunan.

“DPRD hadir untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan investor. Komunikasi yang terbuka dan konstruktif sangat penting agar pembangunan dapat berjalan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menjelaskan bahwa rencana pembangunan Kawasan Industri Laikang telah dirancang jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah.

Menurutnya, kawasan industri tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Rencana Kawasan Industri Laikang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional. Pemerintah daerah berkepentingan memastikan investasi yang masuk tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan,” kata Bupati Takalar, Daeng Manye.

Ia menambahkan, kehadiran investasi di Kabupaten Takalar diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Serta mendorong pertumbuhan daerah tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan.

Dalam forum tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat Desa Laikang menyampaikan harapan agar pihak perusahaan lebih terbuka dalam memberikan informasi mengenai rencana pengembangan kawasan industri.

Salah satu isu yang menjadi perhatian warga adalah beredarnya informasi mengenai kemungkinan pembangunan pabrik nikel di kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, perwakilan PT Tiran dan Kawasan Industri Takalar (KITA), Jimmy, menegaskan bahwa tidak terdapat rencana pembangunan pabrik nikel dalam proyek pengembangan kawasan industri yang sedang dipersiapkan.

“Tidak ada rencana pembangunan pabrik nikel dalam perencanaan kawasan industri tersebut,” tegas Jimmy di hadapan peserta rapat.

Rapat berlangsung dalam suasana kondusif dan dialogis. Seluruh pihak diberikan kesempatan menyampaikan pandangan, masukan, serta harapan sebagai bagian dari proses mencari solusi bersama demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Desa Laikang.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Takalar berencana menggelar pertemuan lanjutan dalam waktu dekat guna memberikan informasi yang lebih rinci mengenai rencana pembangunan kawasan industri.

Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi harapan masyarakat Kabupaten Takalar, terkait keterbukaan informasi dan memastikan seluruh proses pembangunan berjalan secara transparan serta melibatkan partisipasi warga. (*)

Comment