Kontingen Pesparawi Sulsel Pererat Silaturahmi Dengan Warga Diaspora di Papua Barat, Gaungkan Harmoni dan Toleransi

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MANOKWARI — Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Provinsi Sulawesi Selatan menggelar ramah tamah bersama warga diaspora Sulsel di Gedung Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Barat, Minggu (21/6/2026).

Sekitar 400 peserta menghadiri kegiatan tersebut. Mayoritas merupakan personel Kontingen Pesparawi Sulsel yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari. Acara juga dihadiri pengurus berbagai organisasi kerukunan masyarakat Sulawesi Selatan di Papua Barat.

Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua Barat dan Manokwari, Ikatan Perempuan Toraja (IPT), Ikatan Pemuda Toraja Papua Barat, hingga Kerukunan Keluarga Maros (KKM) Papua Barat.

Turut hadir pula jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Sulselra, Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulsel dan Makassar, serta anggota DPRD Kabupaten Manokwari.

Acara diawali dengan doa syukur yang dipimpin Ketua PGIW Sulselra, Pdt. Yohanis Metris, S.Th. Selanjutnya, Ketua IKT Papua Barat, Ir. Kornelius Mangalik, ST, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kontingen.

Ia mengatakan kehadiran kontingen dari Sulawesi Selatan menjadi momen melepas rindu sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara masyarakat Toraja di perantauan dengan kampung halaman.

Menurut Kornelius, masyarakat Toraja di Papua Barat terus menjaga semangat persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang suku, agama maupun status sosial. Ia pun berharap seluruh peserta mampu mengharumkan nama Sulawesi Selatan pada ajang nasional tersebut.

Sementara itu, Sekretaris BPSDM Provinsi Papua Barat, Dr. Edison Ompe, S.Pd., M.Pd., mengatakan instansinya mendapat kehormatan menjadi orang tua angkat bagi Kontingen Pesparawi Sulsel selama berada di Manokwari.

Menurutnya, amanah tersebut menjadi wujud pelayanan sekaligus upaya mempererat persaudaraan antarumat Kristiani dari seluruh Indonesia, serta memperkuat nilai toleransi yang telah lama tumbuh di Papua Barat.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan pertukaran cenderamata antara BPSDM Papua Barat dan LPPD Sulsel sebagai simbol persahabatan dan kerja sama.

Suasana semakin semarak saat Wakil Ketua KKSS Papua Barat, H. Abdul Fatah, mengajak seluruh hadirin meneriakkan yel-yel “Sulawesi Selatan… Ewakoo!” yang disambut antusias peserta.

Abdul Fatah mengungkapkan dirinya telah menetap selama 56 tahun di Papua Barat dan merasakan kehidupan yang aman serta damai berkat kuatnya budaya toleransi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” menjadi simbol kerukunan masyarakat Papua, sementara filosofi “Rumah Kaki Seribu” menggambarkan kehidupan yang saling menopang tanpa sekat perbedaan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah menjadikan Papua Barat dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi. Ia juga mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk tidak ragu berkunjung ke Papua Barat karena daerah tersebut aman dan masyarakatnya ramah.

Pesan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, disampaikan melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Kerakyatan, Dr. Since Erna Lamba, SP., MP.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur mengingatkan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah memperkuat iman, membangun persekutuan, serta merayakan keberagaman bangsa.

Kontingen Sulsel juga diminta menjunjung tinggi sportivitas, etika, disiplin, menjaga kesehatan, dan memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Sulawesi Selatan.

Kegiatan turut diisi sambutan dari Kabag Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Aminuddin, S.Ag., M.Ag., serta Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie, S.Th.

Ramah tamah semakin meriah dengan penampilan para peserta Pesparawi dari berbagai kategori, mulai Paduan Suara Anak, Vokal Grup, Solo Anak, Solo Remaja Pemuda, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Dewasa Campuran, hingga Musik Gerejawi Nusantara.

Seluruh penampil merupakan perwakilan terbaik dari LPPD Makassar, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, dan Luwu Timur yang akan membawa nama Sulawesi Selatan pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.

Kegiatan ditutup dengan santap siang bersama yang disiapkan pengurus IKT dan IPT Manokwari, dilanjutkan sesi foto bersama serta saling bersalaman sebagai simbol eratnya persaudaraan.

Sebelumnya, seluruh peserta, pelatih, ofisial, pendamping, dan panitia Kontingen Pesparawi Sulsel telah mengikuti ibadah Minggu bersama di lokasi yang sama. Ibadah dipimpin Pendeta Melanton Luden, S.Th, bersama majelis jemaat Gereja Protestan Indonesia di Manokwari sebagai pembuka rangkaian kegiatan kontingen di Papua Barat. (*)

Comment