Ketua DPRD Pangkep Soroti Kesenjangan Data dan Kebijakan Dalam Upaya Entaskan Kemiskinan

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, PANGKEP — Angka kemiskinan di Kabupaten Pangkep masih menjadi sorotan serius. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, angka kemiskinan di Pangkep mencapai 12,41 persen.

Meskipun secara umum angka kemiskinan di Sulawesi Selatan mengalami penurunan pada Maret 2025 menjadi 7,60%, Pangkep masih termasuk salah satu daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Sulsel, bersama dengan Kabupaten Jeneponto dan Luwu.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep, Haris Gani, menyoroti persoalan ini dan mendesak adanya koordinasi yang lebih serius dan menyeluruh dari semua pihak terkait. Menurutnya, masalah utama yang menghambat upaya pengentasan kemiskinan adalah akurasi data dan formulasi kebijakan yang kurang tepat.

Data Akurat Kunci Utama Sukses Program Bantuan

Haris menekankan bahwa program bantuan Pemerintah, tidak akan berjalan efektif jika data penerima tidak valid. “Percuma banyak program bantuan kalau data kita masih bermasalah. Banyak masyarakat yang seharusnya dapat bantuan justru tidak tersentuh, sementara yang tidak layak malah mendapatkannya,” ujarnya.

Ia mendorong para pemangku kepentingan di Pangkep untuk berkoordinasi lebih intensif dengan BPS, yang memiliki kompetensi teknis dalam pengelolaan data.

“Kita perlu tahu apa yang harus diimplementasikan agar program itu betul-betul berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan,” saran Haris.

Pentingnya Diagnosa Kebijakan yang Tepat

Haris Gani mengibaratkan penanganan kemiskinan seperti mendiagnosa penyakit. “Kalau penyakit tidak didiagnosa oleh dokter ahli, bisa-bisa sakitnya di gigi tapi obat sakit kepala yang diberikan. Tidak nyambung,” jelasnya.

Menurutnya, banyak program yang dibuat tanpa diagnosa masalah yang jelas, sehingga tidak menyentuh akar permasalahan kemiskinan. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, Haris juga mengakui tantangan geografis Pangkep yang merupakan daerah kepulauan. Wilayah yang sulit dijangkau seringkali menjadi hambatan dalam penyaluran bantuan dan program pemerintah ke masyarakat miskin di pelosok.

Optimisme di Tengah Tantangan

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Haris tetap optimis. Menurutnya, Pangkep memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi ini belum termanfaatkan secara optimal untuk mengurangi angka kemiskinan.

“Potensi kita besar, tapi butuh strategi yang benar dan kebijakan yang berdampak langsung,” pungkas Haris, menegaskan pentingnya kolaborasi dan strategi yang tepat, agar Pangkep bisa keluar dari daftar daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Sulawesi Selatan. (*)

Comment