MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), bergerak cepat memastikan kesiapan daerah dalam menyambut Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Keluarga Berencana (KB) Tahun Anggaran 2026.
Melalui kegiatan Fasilitasi Sinkronisasi Perencanaan DAK Sub Bidang KB TA 2026, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB di 24 Kabupaten/Kota, untuk merancang usulan program yang efektif, akuntabel, dan berbasis data.
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, S.H., M.M, dan dihadiri oleh para pengelola program, perencana, dan keuangan dari OPD KB se-Sulawesi Selatan.
Optimalisasi DAK: Kunci Sukses Program Bangga Kencana
Dalam sambutannya, Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, menegaskan bahwa DAK Sub Bidang KB adalah instrumen vital dari Pemerintah Pusat untuk memperkuat implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

”DAK Sub Bidang KB bukan sekadar alokasi dana, tetapi merupakan wujud komitmen negara dalam investasi pada sumber daya manusia. Perencanaan yang matang dan terintegrasi adalah kunci agar dana ini benar-benar berdampak pada percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga di Sulawesi Selatan,” tegas Shodiqin, Selasa (4/11/2025).
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perencanaan di Tingkat Daerah dengan sasaran Nasional, terutama dalam mencapai target penurunan stunting dan peningkatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Fokus pada Readiness Criteria dan Aplikasi KRISNA
Materi utama dalam fasilitasi ini berfokus pada tahapan kritis dalam penyusunan usulan DAK, yaitu:
Pemenuhan Readiness Criteria: Peserta didampingi untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian semua dokumen kriteria kesiapan yang menjadi syarat mutlak usulan.
Penginputan Aplikasi KRISNA: Proses sinkronisasi data dilakukan secara detail melalui Aplikasi KRISNA, sistem yang digunakan untuk mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran.
Arah Kebijakan 2026: Mengintegrasikan isu-isu prioritas nasional, termasuk penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan peningkatan akses layanan KB di daerah terpencil.
Kegiatan ini menjadi forum krusial untuk meminimalisir kesalahan teknis dan administratif, yang kerap menjadi penghambat penyerapan anggaran secara optimal di tahun-tahun sebelumnya.
Mewujudkan Generasi Emas Bebas Stunting
Para peserta menyambut baik inisiatif Kemendukbangga/BKKBN Sulsel ini. Fasilitasi yang intensif ini diharapkan dapat membantu OPD KB Kabupaten/Kota di Sulsel, menyusun usulan DAK yang tepat sasaran dan tepat waktu.
“Dengan alokasi anggaran yang direncanakan secara optimal untuk sarana prasarana pelayanan KB, operasional tim di lapangan, serta kegiatan edukasi, Sulawesi Selatan optimistis dapat mencapai target Program Bangga Kencana, dan berkontribusi signifikan dalam upaya nasional menuju Generasi Emas Bebas Stunting 2045!” tegas Shodiqin. (*)
Comment