Peringati Tragedi Kemanusiaan: Hari Korban 40.000 Jiwa ke-79, Ini Pesan Camat Rappocini

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Rappocini, melalui Camat Muhammad Aminuddin, S.Sos., M.A.P, turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa ke-79 yang diselenggarakan secara khidmat di Monumen Korban 40.000 Jiwa, Jl. Langgau, Kelurahan La’latang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pekan lalu.

​Peringatan tahunan ini mengusung tema, “Menunduk Mengenang, Bangkit Menguatkan Nilai Kemanusiaan Bersama,” dan menjadi momen refleksi nasional terhadap salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Sulawesi Selatan.

​Peringatan ini mengenang peristiwa kelam tahun 1946-1947, ketika aksi militer yang dipimpin oleh Raymond Westerling dari pasukan kolonial Belanda, menyebabkan puluhan ribu warga sipil menjadi korban. Peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dan kebebasan.

​Pesan Kemanusiaan dan Persatuan

​Upacara dipimpin langsung oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Ishak Iskandar, yang hadir mewakili Gubernur Sulsel. Dalam amanatnya, Ishak Iskandar menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

​”Momentum refleksi Nasional agar nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan tetap terjaga di tengah kehidupan Berbangsa,” ucapnya.

​Ia juga menekankan bahwa, ini adalah hari untuk menundukkan kepala, mengingat kembali penderitaan masyarakat Sulawesi Selatan pada masa itu.

“Kita harus memastikan tragedi serupa tidak pernah terulang,” ujarnya.

​Camat Rappocini, Muhammad Aminuddin, menyampaikan bahwa momen bersejarah ini menjadi pengingat yang kuat bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi penerus.

Hal ini sangat penting untuk menjaga persatuan, menjunjung nilai kemanusiaan, serta menghargai pengorbanan para leluhur.

“Bagi generasi penerus Bangsa, mesti memahami tentang peristiwa ini,” katanya.

​Upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan, dihadiri oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, Tokoh Masyarakat, Keluarga Korban, Veteran, Pelajar, serta Masyarakat Umum. Kehadiran generasi muda dalam kegiatan ini dinilai sangat penting, sebagai upaya menanamkan kesadaran sejarah sejak dini, agar nilai-nilai perjuangan tetap hidup dari masa ke masa.

​Kehadiran unsur Pimpinan Daerah, termasuk Camat dari berbagai wilayah, semakin menegaskan komitmen pemerintah dalam merawat memori kolektif masyarakat terhadap sejarah kelam tersebut. (*)

Comment