Sudah Sasar Semua Daerah, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Perkuat ‘Quick Win’ Menuju Indonesia Emas 2045

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Langkah strategis dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk memperkuat Program Quick Win menuju Indonesia Emas 2045.

Hal ini dikemas dalam kegiatan roadshow ke 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel. Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM bersama tim, telah mengunjungi semua daerah di Sulsel sepanjang tahun 2025.

Program ‘Quick Win’ Kemendukbangga/BKKBN adalah lima program percepatan untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia secara cepat dan terukur. Program tersebut yaitu: GENTING (Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan Super Apps “Keluarga” berbasis AI untuk konsultasi dan data kependudukan. Program-program ini fokus pada intervensi spesifik seperti pengasuhan anak, pencegahan stunting, pemberdayaan lansia, dan digitalisasi layanan keluarga.

Kepala Perwakilan KemendukbanggaBKKBN Provinsi Sulsel, Shodiqin, menegaskan bahwa transformasi kelembagaan ini menjadi momentum penting untuk memperluas perannya. BKKBN kini resmi menjadi Kemendukbangga.

Transformasi ini mendukung visi Presiden RI, Prabowo Subianto, menuju Indonesia Emas 2045, dengan mandat yang lebih luas. Termasuk percepatan penurunan stunting, membangun keluarga Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Serta optimalisasi bonus demografi,” papar Shodiqin, Kamis (18/12/2025).

Shodiqin juga memaparkan program prioritas, strategi, dan evaluasi Quick Win. Itu disosialisasikan di 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel.

“Program Quick Win bukan sekadar target, tetapi pemicu percepatan hasil nyata di masyarakat. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas SDM. Sebagus apa pun strategi, keberhasilan di lapangan bergantung pada pengemudinya, yaitu kita semua,” jelasnya.

Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita non-PAUD), juga menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025–2029.

Shodiqin berharap, semua pihak mampu menyamakan persepsi dan langkah seluruh jajaran dalam implementasi program.

“Kita harus meningkatkan keterampilan, mengubah mindset, dan memanfaatkan teknologi, agar mampu menjadi komunikator dan motivator andal di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)

Comment