MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), bergerak cepat melakukan normalisasi saluran drainase di Jalan Tinumbu, tepatnya di kawasan sekitar SMK Negeri 4 Makassar, baru-baru ini.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung dari penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL), yang sebelumnya menutupi saluran tersebut.
Dalam kegiatan ini, tim teknis Dinas PU mengerahkan alat berat berupa ekskavator mini untuk mengeruk sedimen lumpur dan sampah yang telah lama mengendap.
Penumpukan material tersebut selama ini disinyalir menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air di wilayah Tinumbu.
Proses normalisasi ini meliputi pembersihan sampah rumah tangga, pengangkatan sedimen tanah yang menebal, hingga pembukaan akses aliran air yang tersumbat oleh bangunan liar.
Upaya ini merupakan komitmen Dinas PU Makassar, dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertib.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menegaskan bahwa normalisasi ini sangat krusial untuk mengantisipasi genangan air di titik-titik rawan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
”Kami melakukan normalisasi ini secara menyeluruh setelah akses saluran terbuka pasca-penertiban lapak. Fokus utama kami adalah mengembalikan fungsi optimal drainase agar aliran air lancar kembali. Kami tidak ingin ada sumbatan yang memicu genangan di pemukiman warga maupun di jalan raya,” ujar Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, Rabu (29/4/2026).
Selain melakukan pengerukan, Dinas PU juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran yang telah dibenahi.
Keberhasilan normalisasi ini sangat bergantung pada kesadaran warga, untuk tidak lagi membuang sampah ke dalam drainase atau mendirikan bangunan di atasnya.
”Harapan kami, dengan kondisi drainase yang sudah bersih dan lancar, kawasan Jalan Tinumbu menjadi lebih nyaman bagi masyarakat dan pengguna jalan. Kami meminta warga untuk menjaga apa yang sudah kita perbaiki ini demi kepentingan bersama,” tambah Zuhaelsi.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi potensi banjir di wilayah tersebut secara signifikan serta meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan di sekitar area pendidikan dan pemukiman padat penduduk. (*)
Comment