MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, baru-baru ini telah menggelar Capacity Building 2026 sebagai langkah revolusioner untuk mengubah paradigma perencanaan kota.
Kegiatan ini bertujuan mencetak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi mampu menjadi perencana andal yang adaptif dan inovatif.
Kepala Bappeda Makassar, Muh Dahyal, menegaskan bahwa pola perencanaan pembangunan di era digital dan dinamika perkotaan yang cepat tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara konvensional atau sekadar rutinitas.
Tantangan pelayanan publik yang makin kompleks menuntut perubahan fundamental dalam cara berpikir para aparatur.
Penyelenggaraan Capacity Building ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan investasi strategis SDM.
Bappeda menilai, efektivitas program pemerintah sangat bergantung pada ketajaman analisis para perencananya.
”Dinamika kota bergerak cepat dan tuntutan masyarakat terus meningkat. Perencanaan harus diperkuat dengan kapasitas SDM yang mumpuni. Kita tidak boleh lagi terjebak dalam pola lama yang kaku,” tutur Kepala Bappeda Makassar, Dahyal.
Untuk mencapai target tersebut, Bappeda Makassar menyusun rangkaian kegiatan yang menggabungkan aspek kognitif dan kerja sama tim, antara lain:
Workshop & Pelatihan Teknis: Mempertajam kemampuan penyusunan dokumen perencanaan.
Sharing Session & Diskusi Strategis: Ruang pertukaran ide inovatif antar sektor.
Outbound & Team Building: Memperkuat soliditas lintas bidang agar perencanaan lebih terintegrasi.
Hasil akhir yang ingin dicapai dari penguatan kapasitas ini adalah terciptanya sistem perencanaan yang terukur dan responsif.
Bappeda berkomitmen agar setiap program pembangunan yang lahir bukan hanya bagus di atas kertas, tetapi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga Makassar.
Melalui Capacity Building 2026, Bappeda Makassar membuktikan komitmennya dalam membangun sistem perencanaan yang lebih tajam, modern, dan berorientasi pada kemajuan kota di masa depan. (*)
Comment