MENITNEWS.COM, JAKARTA — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bergerak cepat memastikan kelancaran proyek strategis pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy Plant of Makassar.
Langkah ini ditegaskan saat dirinya menghadiri Rapat Koordinasi Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Investasi (Satgas P2SP) di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan RI, Kamis (7/5/2026).
Rapat krusial yang dipimpin langsung oleh jajaran Kementerian Keuangan RI, tersebut bertujuan untuk mengurai sumbatan regulasi.
Serta hambatan teknis yang selama ini menghambat jalannya proyek PSEL tersebut.
Fokus utamanya adalah percepatan operasional PT Sarana Utama Synergy (SUS) selaku pengelola proyek.
Proyek ambisius bernilai USD 200 juta ini dilaporkan telah memasuki fase finalisasi sertifikasi, dan persetujuan administrasi.
Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa, seluruh pemangku kepentingan kini tengah bersinergi agar tahapan fisik dapat segera direalisasikan.
Berdasarkan garis masa (timeline) yang dipaparkan dalam rapat tersebut, progres proyek ditetapkan sebagai berikut:
Agustus 2026: Target dimulainya konstruksi fisik (groundbreaking).
Tahun 2028: Target operasional komersial atau Commercial Operation Date (COD).
Dalam pernyataannya, Wali Kota, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini.
Baginya, Waste to Energy bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi fundamental bagi isu lingkungan di Kota Daeng.
”Kami berkomitmen penuh mengawal proyek ini hingga tuntas. Ini adalah solusi jangka panjang untuk manajemen sampah perkotaan sekaligus langkah konkret Makassar dalam mengembangkan energi baru terbarukan,” ujar Munafri.
Kehadiran proyek ini diharapkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mampu mengatasi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian meningkat, sekaligus memasok energi bersih bagi kebutuhan industri dan masyarakat di masa depan. (*)
Comment