MENITNEWS.COM, PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pemkab Pangkep), resmi memulai transformasi besar di sektor pangan.
Melalui penerapan sistem Advance Agriculture System (PM-AAS), Pemkab Pangkep menargetkan produktivitas padi melonjak drastis hingga mencapai 9 ton per hektare.
Langkah strategis ini ditandai dengan aksi tanam perdana pola pertanian modern yang dipimpin langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), di Kampung Beru, Kelurahan Labakkang, Kamis (7/5/2026).
Bupati Yusran menegaskan bahwa, peralihan ini merupakan jawaban atas tantangan efisiensi di sektor pertanian.
Menurutnya, sudah saatnya petani Pangkep lepas dari pola tradisional yang memakan waktu dan tenaga lebih besar namun hasil kurang maksimal.
”Selama ini pola pertanian kita masih konvensional. Sekarang kita ubah total dengan sentuhan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kita ingin sistem ini menjadi standar baru di seluruh kecamatan di Pangkep,” ujar Yusran di lokasi tanam.
Optimisme kenaikan angka produksi menjadi poin utama dalam program ini. Jika sebelumnya rata-rata hasil panen petani hanya berkisar 6 hingga 7 ton per hektare, dengan sistem PM-AAS, angka tersebut diproyeksikan mampu menyentuh 9 ton per hektare.
”Jika produksi meningkat, otomatis ekonomi masyarakat, khususnya para petani kita, akan jauh lebih sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pangkep, Muhiddin, menjelaskan bahwa PM-AAS bukan sekadar membagikan alat, melainkan mengubah metode tanam.
Fokus utama saat ini adalah transisi dari sistem benih langsung (tabela) hambur ke pola jalur, yang lebih tertata dan terintegrasi dengan pemupukan terpadu.
”Pak Bupati mengusung konsep kemandirian pertanian. Kita adalah salah satu dari sedikit kabupaten yang sudah memulai ini. Respons petani sangat positif karena mereka melihat potensi efisiensi biaya dan waktu,” jelas Muhiddin.
Untuk musim tanam gadu tahun ini, Pemkab Pangkep mematok target luas tanam mencapai 12.000 hektare.
Dari total luasan tersebut, sebanyak 20 persen atau sekitar 2.400 hektare ditargetkan sudah menerapkan pola tanam benih langsung (tabela) modern secara penuh.
Pemkab Pangkep berharap, modernisasi ini tidak hanya mengamankan stok pangan daerah, tetapi juga memposisikan Kabupaten Pangkep sebagai lumbung pangan berbasis teknologi di Sulawesi Selatan. (*)
Comment