Dorong UMKM Tembus Pasar Global, Bea Cukai Sulbagsel Gelar Klinik Ekspor dan Bazar

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Kanwil Bea Cukai Sulbagsel), berkomitmen penuh mendorong komoditas lokal go internasional.

Berlokasi di kompleks gedung perkantoran Kementerian Keuangan, Bea Cukai Sulbagsel mengumpulkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti sosialisasi Klinik Ekspor dan Bazar UMKM pada Kamis (21/5/2026).

​Kegiatan strategis ini dirancang untuk membekali para pelaku usaha dengan pemahaman mendalam mengenai standar kualitas produk, regulasi, hingga persyaratan pasar internasional.

​Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Martha Octavia, membuka langsung sosialisasi yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Kanwil Bea Cukai Sulbagsel tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Bea Cukai turut menggandeng sejumlah instansi perbankan yang membawa UMKM binaan masing-masing.

​“Semoga melalui kegiatan ini, pelaku UMKM lebih memahami standar packaging, kualifikasi produk yang baik, strategi mencari pembeli (buyer) di luar negeri, hingga regulasi ekspor. Kami ingin kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk menangkap peluang pasar global,” ujar Martha.

​Martha menambahkan bahwa proses edukasi ini membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan (sharing knowledge), termasuk memfasilitasi tata cara dan prosedur birokrasi ekspor agar tidak lagi dianggap rumit oleh pelaku usaha.

​Untuk memberikan dampak konkret, sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya:

​Chairil Burhan (Tenaga Ahli Bidang Standarisasi Produk & Kerja Sama FTA Export Centre Makassar): Memaparkan strategi membangun citra produk (branding) serta metode penjualan efektif melalui platform E-Commerce.

​Salis Helmy (Kasi Perizinan I Bea Cukai Sulbagsel): Mengupas tuntas tata cara ekspor resmi, klasifikasi barang yang legal diekspor, serta penyederhanaan prosedur kepabeanan.

​Bazar UMKM: Sasar 800 Pegawai Kemenkeu

​Selain pembekalan teori, halaman kantor Kemenkeu disulap menjadi area Bazar UMKM Bea Cukai Sulbagsel, yang berlangsung selama satu hari.

Langkah ini diambil sebagai stimulus instan untuk menaikkan omzet pelaku usaha di tengah tantangan ekonomi global.

Pasar potensialnya tidak main-main, ada sekitar 800 pegawai Kementerian Keuangan yang menjadi target konsumen langsung dari bazar tersebut.

​Usai membuka acara, Martha Octavia beserta jajaran meninjau langsung stan (booth) kerajinan, makanan, dan minuman.

Beberapa produk yang dipamerkan bahkan tercatat sudah berhasil menembus pasar luar negeri.

​Salah satu peserta bazar adalah Nirwana Niaga Sejahtera (NNS), UMKM binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) UMKM Centre yang memproduksi olahan ikan tuna.

​Sales Distribution and Creative Division Head NNS, Nurman Prayudi, mengakui bahwa ajang seperti ini sangat efektif untuk memperluas promosi produk olahan mereka ke masyarakat.

Terkait performa ekspor, Nurman mengungkapkan bahwa NNS rutin mengirimkan komoditas tuna mentah ke Jepang, China, hingga Amerika Serikat.

​Meski sempat mencatat volume ekspor hingga 5-6 kontainer per bulan, Nurman mengakui adanya penurunan dalam dua bulan terakhir menjadi 1-2 kontainer akibat fluktuasi ekonomi global.

Kendati demikian, adanya fasilitas Klinik Ekspor dari Bea Cukai Sulbagsel ini, diharapkan mampu menjadi angin segar bagi UMKM untuk kembali meningkatkan performa ekspor mereka. (*)

Comment